Wejangan Lombok

November 3, 2008 § Leave a comment

Sore ini dapat wejangan dari dokter Mendra, kita berdiskusi mengenai KEHIDUPAN, topik yang merupakan favorit bapak Mendra. Awalnya sebenarnya diskusi dimulai dari studi kelayakan bisnis suatu usaha, tapi kemudian berlanjut pada cerita pak Mendra mengenai seorang tua yang kerjaannya niup seruling terus tiap harinya, terus ada yang penasaran dan bertanya ke pria tua itu (cerita versi lengkapnya silahkan tanya pak Mendra) yang dari tanya jawab itu, intinya tentang orang yang menolak melekatkan diri pada materi untuk kebahagiaan. Si bapak tua memilih untuk santai berseruling sambil ngangon sapi daripada bekerja lebih agar bisa membeli rumah lebih bagus, kendaraan atau materi lainnya. Kalo bisa bahagia sekarang, buat apa banting tulang (bukan banting daging), buat apa mobil/rumah mewah/dsb kalo dengan berseruling ini saja membahagiakan. Nah, diriku berkomentar, kalo untuk bujangan mungkin lebih mudah dan sederhana dalam membahagiakan diri, namun kalo sudah berkeluarga, otomatis kebahagiaan kita melekat dengan kebahagiaan anak/istri. Contohnya ketika anak kita sakit, pasti kita gak bahagia, nah untuk buat anak kembali sehat atau tetap sehat itu kan butuh ‘pengorbanan’, artinya kita butuh banting tulang, diskusi berlanjut…..

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wejangan Lombok at 1alinea.

meta

%d bloggers like this: