Kilosophy of Life

March 11, 2007 § 1 Comment

Kehidupan, suatu rentetan kejadian melalui ruang dan waktu.

Manusia menjalaninya tanpa setitik kuasa. Kita hanya merasa ‘berkuasa’, pada kenyataannya kita hanya memiliki pilihan, dan merasa ‘berkuasa’ atas mahluk lain, manusia, hewan, tumbuhan, dsb, dan bukan atas kehidupan itu sendiri. Kemudian, banyak dari manusia bertanya, apakah kehidupan?

Tanpa sadar, kehidupan bermakna berbeda untuk setiap manusia. Beberapa manusia menjalaninya untuk uang, sedangkan yang lain untuk agama dan merasa berkuasa atas kehidupannya masing-masing. Buat gw, sebenarnya, kehidupan yang berkuasa atas kita, dan yang maha menciptakan, maha berkuasa adalah Allah. Di malam hari, kita berpikir dan merasa berkuasa untuk esok hari akan bangun dan pergi kerja, kuliah, sekolah, dsb. Pada kenyataannya kita tidak akan pernah tahu esok pagi kita akan terbangun atau tidak dan tidak berkuasa atas itu. Kehidupan berakhir dengan kematian yang akan membangunkan kita untuk hidup di alam yang kekal di kehidupan yang abadi.

Kehidupan sementara, penuh dengan semuanya, ada bahagia, sedih, sehat, sakit, dsb. Dan kita mau tidak mau, suka tidak suka menjalaninya hingga datang kematian, dan mengapa kita harus melewati ini semua?

Gw berpikir, mungkinkah kita menangis ketika terlahir ke dunia ini, karena sebenar-benarnya, sebelum kita dilahirkan, KITA TAHU SEMUANYA!!, kita tahu apa yang kita akan jalani, kita tahu kapan kita akan sedih, senang, sehat, sakit, semuanya tentang diri kita, dan harus menghadapinya. Dan mungkin juga kita berpisah dengan sesuatu yang lebih indah, atau dengan seseorang yang menjadi bagian dari kita (soulmate) dan dilepas ke dunia, menjalani semuanya, walaupun tahu apa yang akan terjadi dan kapan akan bertemu lagi. Ibarat kata, seorang tentara yang setelah di briefing, akan dilepas ke medan perang, meninggalkan sesuatu yang damai, indah, dan pergi ke menuju ke tempat penuh darah, pertempuran, yang membedakan adalah, sang tentara tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, hanya bisa memperkirakan.

Dan ketika kita terlahir ke dunia, terlepaslah semua pengetahuan kita dan mulai memulai takdir kita, dan kita menangis sekeras-kerasnya, sedih atas apa yang telah ditinggalkan dan atas apa yang akan kita hadapi, kemudian malah disambut oleh manusia lain atau bahkan mahluk lain (jin atau setan) yang berbahagia atas kedatangan kita ke dunia gila ini. WELCOME TO THE JUNGLE!. Kalau memang semuanya telah dituliskan, buat apa kita hidup di dunia ini? Toh kita telah tertulis, akan mengalami ini, itu, dsb. Namun ada juga yang berpendapat, bahwa kita mengendalikan hidup kita, kita bisa jika kita berusaha. Jadi, mana yang benar? Bahwa, kita telah dituliskan, oleh karenanya kita tidak berkuasa, atau kita berkuasa mengendalikan kehidupan kita?

I would say, kita berkuasa atas diri kita sendiri (bahkan ada manusia yang berkuasa atas manusia lain-walaupun tidak mutlak-ie. our parent??, our boss?), dalam arti kita memiliki kuasa memilih pilihan kita bukan atas kehidupan kita. Gw percaya, kita menerima satu bundel/paket kehidupan yang telah dituliskan untuk kita masing-masing. Dalam satu bundel itu berisi jutaan pilihan dan kita berkuasa atas pilihan tersebut. Sebagai contoh sederhana, kita bangun pagi hari memulai takdir kita hidup di hari tersebut, kita mulai dengan pilihan untuk mandi terlebih dahulu atau langsung sarapan, kemudian ada pilihan kita pergi kerja/kuliah atau tidak pergi kerja/kuliah, dan pilihan yang kita pilih, menghasilkan pilihan-pilihan lain, kita memilih pergi kerja, dan memiliki pilihan untuk pergi naik taksi, bus, atau ojek. Dan begitulah seterusnya, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun kehidupan kita jalani dengan memilih pilihan yang menghasilkan pilihan lain yang telah tertuliskan untuk kita melewati ruang dan waktu kehidupan.

Lalu, bagaimana dengan TAKDIR?

I believe, that every single one of us, have seen our own BIG PUZZLE of LIFE. Do you remember, ketika kita kecil, di majalah anak-anak, sering kita lihat permainan, teka-teki, yang terdiri dari gambar yang menunjukkan jalan melingkar, dan tepat di tengah terdapat satu kotak berisi tujuan permainan. Tugas kita adalah mencari jalan menuju kotak tersebut. Kurang lebih, itulah hidup, kita diberi satu paket kehidupan besar dimana jalan-jalan / pilihan-pilihan telah tersedia untuk kita. Jika kita pilih jalan A, maka kita menjadi A, jika kita pilih B, maka kita menjadi B. Jika kita memilih kuliah di fakultas kedokteran, maka kita akan menjadi dokter, instead of insiyur. The thing is, life is not as simple is the example I gave. Takdir merupakan hasil dari pilihan yang kita pilih, dan kita menghasilkan takdir lain setiap kali kita menentukan pilihan. Jutaan takdir telah ada dan dituliskan untuk kita, dan kita manusia hidup untuk memilihnya bukan berkuasa atasnya.

HOWEVER, there are things which I called FIXED DESTINY (we’ll have further discussion on this one later on) – sesuatu yang Tuhan telah tetapkan untuk kita semua yang kita tidak punya kuasa memilihnya, seperti halnya, usia, jenis kelamin, kadar rezeki, jodoh. Terlepas dari semuanya, Allah tetap Maha Kuasa dan memiliki segala Hak dan Kuasa untuk merubah apapun yang memang telah ditakdirkan sebelumnya, secara Allah Maha Menciptakan.

So guys, be thankful for what you have, success, failure, up and down, and may what had happened to us make us stronger and may Allah help us by not stop giving us signs so that we can make the best decisions in our life. Dan semoga Allah menjauhi kita dari tipu daya setan yang membuat hal yang BURUK seolah-olah BAIK dan yang SALAH seolah-olah BENAR. And Stop Blamming others since we are RESPONSIBLE for our own decisions.

Tuhan tidak menjatuhkan makanan ke sarang burung, tapi sang induk pergi meninggalkan sang anak untuk mencari makanan dan kembali di sore hari membawa makanan untuk sang anak. So, keep the spirit high and never give up to life ’til death call us apart.

TO BE CONTINUED…

Tagged:

§ One Response to Kilosophy of Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kilosophy of Life at 1alinea.

meta

%d bloggers like this: