E-L-W

November 16, 2005 § 2 Comments

On Going Love Story

Atas nama persahabatan, pengorbanan cinta dilakukan. Hal inilah yang sedang terjadi dengan kedua teman deket gw. Endri dan Wahyu (keduanya nama samaran atau samar-samar J), saat ini sama-sama memiliki perasaan yang sama terhadap seorang cewek, yang kebetulan juga merupakan teman sekelas mereka waktu SMU (yang berarti teman sekelas gw juga waktu SMU).

Semua berawal di SMU kelas tiga, Endri dan Wahyu berada di kelas yang sama dengan Lilis, seorang cewek yang termasuk dalam kategori cewek yang pintar, tidak neko-neko, baik, dan cantik. Keadaan tersebut membuat tidak hanya Endri dan Wahyu merasa tertarik, tetapi beberapa orang lainnya baik dari dalam maupun luar kelas. Persaingan pada waktu itu belum banyak terlihat antara para cowok yang tertarik dengan Lilis, namun Endri yang notabene salah satu sahabat gw waktu itu, telah melaporkan rasa ketertarikannya terhadap Lilis kepada gw. Lain halnya dengan Wahyu, yang gw kenal dekat setelah beberapa tahun lulus SMU, baru diketahui ketertarikannya terhadap Lilis tahun lalu. Terlepas dari semua itu, rasa ketertarikan terhadap Lilis yang tetap ada hingga kini, mulai terasa mengganggu hubungan persahabatan.

Gangguan pertama kali muncul tahun lalu, Wahyu, saat berbuka puasa bersama, merasakan kembali perasaan getar-getar yang ada sewaktu SMU, ketertarikan tersebut dilanjutkan dengan aksi telepon dan SMS. Namun, Lilis menceritakan perihal telepon dan SMS yang dilakukan Wahyu kepada teman-teman ceweknya, yang kemudian dari teman-temannya berlanjut ke Ngegong. Karena Ngegong terkenal sebagai tukang ember, hampir bisa dipastikan bahwa semua mahluk bertelinga bakal denger gosip ini. Terjadi goncangan mental yang cukup kuat bagi Wahyu mengetahui bahwa aksinya diketahui banyak mahluk, termasuk Endri, yang Wahyu dan semua orang ketahui telah menyukai Lilis sejak SMU. Keadaan ini sempat membuat Wahyu menjadi bulan-bulanan (baca: bahan ceng-cengan) anak-anak apabila sedang berkumpul (baca: nongkrong). Situasi bahkan menjadi semakin hot bila Endri juga sedang ngumpul. Dalam hal ini, Lilis melakukan hal yang wajar, yaitu curhat kepada teman-teman ceweknya, namun, salah satu dari teman-temannya tersebut melakukan kesalahan terbesar sejak perang dunia II, yaitu menceritakan hal tersebut ke Ngegong.

Hari ini, pukul 4.00 pagi, setelah kembali dari acara yang 99 persen tidak berguna dan merusak iman serta menguras kantong. Endri, Wahyu, Ngegong dan gw, pergi ke rumah Endri untuk singgah setidaknya sampai matahari terbit. Di rumah Endri setelah beberapa waktu tidak menemukan pemberat mata supaya bisa tidur, akhirnya hanya bisa melakukan perbincangan-perbincangan ringan. Hingga ada seseorang, entah itu Ngegong atau gw, membuka wacana bertemakan Lilis. Tema tersebut memancing Endri dan Wahyu untuk saling memberikan pendapat masing-masing. Buat gw dan Ngegong, hal ini menjadi kesempatan untuk making things clear. Ngegong berpendapat bahwa seharusnya Endri dan Wahyu mengakui adanya persaingan dan bersaing secara sehat, siapapun yang menang atau kalah harus ikhlas seperti sinetron kiamat sudah dekat, jangan ada salip menyalip apalagi persaingan tidak sehat seperti penggunaan jasa orang pintar (baca: dukun), pembunuhan karakter, money politics, dan lain sebagainya. Sedangkan kedua pesaing tersebut masih berkelit dan tidak transparan. Wahyu, yang berpengalaman bekerja di LSM dan kuliah di fakultas FISIP, menunjukkan keahliannya dalam berkelit (baca: ngeles kayak bajaj), dengan mengatakan banyak hal mengenai teori cinta dan romantisme. Endri, yang memang gw kenal sebagai orang yang tertutup dan penuh kalkulasi menunjukkan sikap defensif dengan bercerita tentang gambaran dan perhitungan cintanya di masa yang akan datang. Keduanya bahkan saling mendorong untuk mengejar Lilis, dan mengatakan hal yang sama bahwa mereka akan mundur karena sedang mengejar sesuatu yang lain sebagai alasan.

Gw berpendapat bahwa Endri dan Wahyu harus sadar sesadar-sadarnya bahwa umur mereka makin bertambah dan begitu juga umur Lilis. Buat gw, akan lebih seneng melihat Lilis bisa jadi dengan salah seorang Endri atau Wahyu, karena gw tau kualitas kedua temen gw itu termasuk orang-orang yang ALIM (baca: Anggota LIma Monyet). Bukannya gw menghakimi apa yang terbaik buat Lilis, karena cuma Lilis yang tahu apa yang terbaik buat dia. But it’s just that I’d be much happier to see Endri or Wahyu be with Lilis. Dan gw yakin bahwa Endri, Wahyu, Ngegong, dan yang pernah kenal Lilis tahu akan kualitas Lilis. Pertanyaan buat Endri dan Wahyu adalah apakah Lilis patut diperjuangkan? Pertanyaan itu bukan pertanyaan yang bisa dijawab sejam atau dua jam. Untuk bisa menjawab pertanyaan itu butuh kesadaran, kesadaran akan keadaan dan perasaan. Tapi juga bukan berarti harus memakan waktu yang sangat lama, karena harus juga dimengerti bahwa yang tertarik dengan Lilis bukan hanya mereka berdua, ditambah keadaan porsi wajah Endri dan Wahyu yang mirip Antonio BanderasdanTom Cruise yang kesamber petirsehingga persaingan akan sangat ketat bila ditambah dengan pihak-pihak lain, dan siapa yang tahu isi hati Lilis? Jangan sampai karena terlalu lama, Lilis di rebut orang lain.

My last advice as a friend, be sportive, be ikhlas, and if deep, really deep inside of you, dia patut diperjuangkan, be a man, jangan karena,atas nama persahabatan, pengorbanan cinta dilakukan, dan sebaliknya.

Jakarta, Sabtu, 5 November 2005.

KSP

ps. Ditunggu kisah selanjutnya tahun depan.

Tagged: ,

§ 2 Responses to E-L-W

  • Kiki says:

    ck…ck..ck…kebenaran cuma ada di hati…dan kita gak pernah tau ada apaan sih di hati wahyu and endri also lilis…hua..ha..ha…
    truth sometimes hurts…hiks…
    pesen gw cuma keep the sportivity okay…

    peace,

    friend of antonio and cruise…🙂

  • Wahyudinata says:

    Hai……… Cret.

    Gila…. cerita yang keren banget, sampe-sampe gw nga sadar bahwa yang di tulisin orang ini nyangkut-nyangkut nama gw (Character Assasination banget). gw sebenernya males buat KLARIFIKASI karena hal ini menyangkut 3 orang dan 2 iblis🙂 (orang: Gw, Endry dan Lilis) (Iblis: Kiki & Ngegong)
    tapi karena hal ini menyangkut nama 3 orang yang diatas gw terpaksa harus klarifikasi:
    1. gw ma Endry nga terlibat persaingan apapun, baik ngejar-ngejar cewe maupun hal liannnya.
    2. apa yang diceritakan ama kiki sebagian ada benarnnya, tapi BUMBU-BUMBU dan PEN-DRAMATISIR-AN masalah membuat cerita tersebut hanya enak dibaca dan JAUH DARI KEBENARAN.
    3. gw merasa nga punya hubungan apa pun dengan Lilis (kecuali pertemanan), kalo pun waktu buka puasa tahun lalu (lihat cerita kiki) gw sering telpon dan sms-an itu nga lebih dari sebatas NOSTALGIA masa lalu karena BARU SAAT ITU gw KETEMU LAGI ma LILIS (gw ma lilis cukup dekat (as a friends) waktu SMA di 27.
    4. bener gw sering di CENG-CENGIN kalo lagi ngumpul ma anak-anak terutama kalo lagi ada Endry (gw dikesankan MOTONG Endry) -jeruk makan jeruk- tapi menurut gw itu hal yang biasa karena kalo pada lagi pada NONGRONG anak-anak sering banget CENG-CENGAN (supaya suasana seru) yang terpenting hubungan gw ma Endry sampe sekarang baik-baik aja.
    5. gw minta maaf ma LILIS karena di-ikutserta-kan dalam CERITA FIKSI ini (itu juga kalo dia baca, yach… minimal ada temennya yang baca trus ngasih tahu ma dia), padahal gw yakin dia NGA TAHU APA-APA.
    6. last but not least GW SALUT ama CERITANYA, but Next CHECK & RE-CHECK lagi kalo mau bikin cerita, kasihan lagi YANG TIDAK TERLIBAT APA-APA KENA GETAHNYA (kalo bahasanya CERITA itu harus di TULIS buat KOMUNITAS TERBATAS, that’s just a BOYS TALK, not more than just a BULLSHIT)

    Regard
    (WAHYUDINATA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading E-L-W at 1alinea.

meta

%d bloggers like this: